
Jakarta. Direktur Politeknik Statistika STIS, Dr. Yunarso Anang Sulistiadi, M.Eng., bersama Wakil Direktur II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Nucke Widowati Kusumo Projo, S.Si., M.Sc., Ph.D., menjadi bagian dari 22 peserta Executive Leadership Programme (ELP) 2026. Program ini merupakan pelatihan kepemimpinan bagi pejabat senior Pemerintah Indonesia yang diselenggarakan oleh Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) dalam kerangka kemitraan strategis modernisasi pemerintahan kedua negara.
Lahir dari Kemitraan Modernisasi Pemerintahan Indonesia–UEA
ELP untuk Pemerintah Indonesia diluncurkan secara resmi pada Government Knowledge Exchange Forum di Jakarta pada September 2025. Pada forum yang sama, kedua negara juga meluncurkan inisiatif "10 Juta Coders Indonesia" untuk membekali generasi muda dengan keterampilan pemrograman dan digital. Kerja sama ini difasilitasi melalui Government Experience Exchange Programme, yaitu program berbagi praktik terbaik pemerintahan yang dirintis Pemerintah UEA sejak 2018 dan kini telah bermitra dengan puluhan negara.
Menurut keterangan resmi pihak UEA, ELP dirancang untuk memperkuat kapasitas para pemimpin senior pemerintahan, membekali mereka dengan keterampilan kepemimpinan dan manajerial, serta membagikan pengalaman UEA dalam memodernisasi tata kelola pemerintahan. Fokus pembelajarannya meliputi transformasi digital, pertumbuhan berkelanjutan, dan kepemimpinan yang adaptif (agile leadership).
Ringkasan Program
Secara umum, rangkaian ELP yang dikelola Kantor Pertukaran Pengalaman Pemerintahan UEA (UAE Government Experience Exchange Office) memadukan beberapa komponen:
Angkatan pertama ELP Indonesia telah diwisuda pada Februari 2026 dalam rangkaian World Governments Summit di Dubai, bersama ratusan lulusan program kepemimpinan internasional lainnya yang diselenggarakan Pemerintah UEA.
Kunjungan Lapangan ke UEA, 19–23 Oktober 2026
Salah satu tahapan utama ELP 2026 adalah kunjungan lapangan selama lima hari ke Dubai dan Abu Dhabi. Selama kunjungan, peserta mendatangi 15 instansi pemerintah dan lembaga kecerdasan artifisial terkemuka di UEA, yaitu:
Capstone Project: Kebijakan Digital dan Tata Kelola Data
Setiap peserta ELP menyusun capstone project yang berangkat dari kebutuhan nyata di instansinya. Direktur Polstat STIS mengangkat tema Kebijakan Digital serta Kerangka Regulasi dan Hukum (Digital Policy and Regulatory/Legal Framework), yang menyoroti pentingnya landasan kebijakan dan aturan yang kuat agar transformasi digital di lingkungan kampus berjalan terarah dan akuntabel.
Sementara itu, Wakil Direktur II mengangkat tema Manajemen dan Tata Kelola Data (Data Management and Governance). Proyek ini berangkat dari tugas sehari-hari di bidang administrasi umum dan keuangan, dengan sasaran menghasilkan perbaikan yang terukur namun berdampak nyata bagi Polstat STIS dan Badan Pusat Statistik. Kedua tema tersebut saling melengkapi: kebijakan dan regulasi digital menjadi payung, sementara tata kelola data menjadi fondasi operasionalnya.
Relevansi bagi Polstat STIS
Sebagai perguruan tinggi kedinasan di bawah BPS, Polstat STIS memiliki kepentingan langsung terhadap isu transformasi digital dan tata kelola data. Pengalaman UEA dalam membangun pemerintahan digital diharapkan dapat memperkaya cara kampus mengelola layanan, data administrasi, dan keuangan secara lebih terintegrasi, sekaligus mendukung upaya BPS dalam memperkuat ekosistem data nasional.
Keikutsertaan pimpinan dalam ELP 2026 menjadi bagian dari komitmen Polstat STIS untuk terus meningkatkan kapasitas kepemimpinan, memperluas jejaring internasional, dan mendorong tata kelola kampus yang modern, akuntabel, dan berbasis data.
