
Jakarta, 12 Agustus 2026 — Politeknik Statistika STIS mengambil peran aktif dalam mendukung suksesnya Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) melalui kegiatan Komunikasi, Kolaborasi, dan Diplomasi (KKD) “Ngibar” atau Ngisi Bareng Sensus Ekonomi 2026. Kegiatan yang dikoordinasikan oleh Politeknik Statistika STIS bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tersebut diselenggarakan secara daring dan tidak hanya diikuti oleh perguruan tinggi tetapi juga LLDIKTI semua wilayah, BAN PT, LAM, serta jajaran terkait yang berada dibawah koordinasi Kemendiktisaintek.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi antara Badan Pusat Statistik (BPS), Politeknik Statistika STIS, Kemendiktisaintek, dan perguruan tinggi dalam mendukung pelaksanaan SE2026. Melalui “Ngibar”, perguruan tinggi didorong untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data dan informasi yang benar, lengkap, serta akurat dalam Sensus Ekonomi 2026. Hadir dalam kegiatan tersebut Inspektur Utama BPS RI, Dadang Hardiwan, Plt. Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, serta Direktur Politeknik Statistika STIS beserta jajaran. Kehadiran para pimpinan tersebut memperkuat komitmen bersama untuk menjadikan perguruan tinggi sebagai bagian penting dalam menyukseskan penyediaan data ekonomi yang berkualitas bagi pembangunan Indonesia.
Dalam sambutannya, Inspektur Utama BPS RI, Dadang Hardiwan, mengajak seluruh peserta untuk memberikan jawaban yang benar dan akurat dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Partisipasi tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi nasional karena informasi yang dihimpun melalui sensus akan menjadi bagian penting dalam menggambarkan kondisi perekonomian Indonesia.
Dadang juga menegaskan bahwa setiap informasi yang diberikan dalam Sensus Ekonomi dijamin kerahasiaannya. Oleh karena itu, seluruh perguruan tinggi diharapkan dapat berpartisipasi secara terbuka dan memberikan informasi sesuai dengan kondisi sebenarnya sehingga data yang dihasilkan mampu memberikan gambaran ekonomi yang akurat dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan.
Sementara itu, Plt. Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPS atas pendampingan yang telah diberikan dalam mendukung partisipasi perguruan tinggi pada Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, keikutsertaan dalam SE2026 tidak semata-mata menjadi bagian dari pemenuhan administrasi, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama dalam mendukung pembangunan bangsa. Kemendiktisaintek berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sekaligus mengajak seluruh penyelenggara pendidikan tinggi di bawah koordinasinya untuk turut berpartisipasi aktif. Dukungan tersebut juga menjadi momentum untuk semakin memperkuat budaya pemanfaatan data berkualitas di lingkungan pendidikan tinggi.
Data yang akurat akan menghasilkan gambaran yang tepat mengenai kondisi yang dihadapi. Pada akhirnya, gambaran yang tepat menjadi landasan penting dalam menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran. Semangat inilah yang menjadi salah satu pesan utama dalam pelaksanaan “Ngibar” Sensus Ekonomi 2026.
Melalui koordinasi kegiatan ini, Politeknik Statistika STIS menjalankan perannya tidak hanya sebagai perguruan tinggi kedinasan di bawah BPS, tetapi juga sebagai penghubung komunikasi dan kolaborasi antara BPS dengan ekosistem pendidikan tinggi. Kompetensi dan kedekatan STIS dengan penyelenggaraan statistik resmi menjadi modal penting dalam memperluas pemahaman mengenai urgensi SE2026 sekaligus mendorong partisipasi aktif perguruan tinggi.

Kegiatan KKD “Ngibar” juga mencerminkan upaya Politeknik Statistika STIS untuk mengaktualisasikan perannya dalam membangun literasi dan budaya sadar data. Melalui komunikasi yang terarah serta kolaborasi lintas kementerian dan perguruan tinggi, STIS turut memastikan bahwa pesan mengenai pentingnya data statistik dapat menjangkau komunitas pendidikan tinggi secara lebih luas. Kolaborasi antara BPS, Politeknik Statistika STIS, Kemendiktisaintek, dan seluruh perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat partisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026. Sebab, keberhasilan sensus bukan hanya ditentukan oleh proses pendataan, tetapi juga oleh kesediaan seluruh pihak untuk memberikan informasi yang benar dan akurat.
Data yang akurat menghadirkan gambaran yang tepat, dan gambaran yang tepat menjadi fondasi bagi lahirnya kebijakan yang tepat. Melalui “Ngibar” Sensus Ekonomi 2026, Politeknik Statistika STIS menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi statistik berkualitas dan pembangunan Indonesia.