Humas Polstat STIS | Jumat, 13 Desember 2019 10:10:03 WIB


Tahun akademik telah berganti, dan saatnya mahasiswa tingkat III Polstat STIS memulai persiapan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang direncanakan akan dilaksanakan di Kota Pelajar, Yogyakarta. Dalam rangka koordinasi terkait persiapan PKL tersebut, Polstat STIS mendapatkan kunjungan dari segenap pimpinan BPS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis (12/12). Di awal sambutannya, Direktur Polstat STIS menyampaikan bahwa lokasi PKL memang dilakukan di lokasi berbeda setiap tahunnya. Selain memberikan wawasan baru, mahasiswa juga dapat mengetahui gambaran kondisi lapangan saat memasuki dunia kerja nantinya melalui PKL.

Dr. Heru Margono, M.Sc (Kepala BPS Provinsi DIY) yang hadir bersama seluruh kepala BPS kabupaten/kota se-Provinsi DIY menyambut baik adanya rencana kegiatan PKL di wilayah kerjanya. Beliau berharap ada manfaat yang dapat dipetik oleh pemerintah daerah setempat, selain pengalaman dan aplikasi ilmu yang nanti didapatkan mahasiswa dari kegiatan PKL ini.

Peserta PKL yang akan dilaksanakan pada periode 2-14 Maret 2020 adalah mahasiswa Prodi D-III dan D-IV. Tema yang diangkat pada PKL Prodi D-III adalah paradata Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas data Sakernas. Sedangkan Prodi D-IV mengambil empat subtema yakni Digitalisasi Potensi Desa (Podes), SDG’s Pilar Lingkungan, Digital Economy, dan Big Data. Digitalisasi Podes menjadi salah satu pengembangan dari kegiatan pendataan Podes yang rutin dilakukan oleh BPS. Pada PKL ini, mahasiswa akan melakukan terobosan melalui pendataan Podes berbasis teknologi, baik dengan menggunakan Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) maupun pendataan berbasis web. Digitalisasi Podes juga direncanakan akan terintegrasi dengan Sistem Informasi Desa yang sudah ada di masing-masing daerah. Rencana integrasi tersebut mendapat respon positif dari kepala BPS kabupaten/kota. Ir. Didik Koesbianto, M.Si (Kepala BPS Kabupaten Bantul) mengungkapkan bahwa gagasan tersebut tentu menjadi poin penting karena tidak hanya bermanfaat untuk BPS saja, tapi juga pemerintah daerah, sehingga diharapkan hal tersebut dapat memperkuat Portal Satu Data di DIY.  Hasil pendataan Podes tersebut selanjutnya akan dimanfaatkan juga untuk beberapa kajian yang menggunakan Small Area Estimation (SAE) dan Big Data yang tengah menjadi topik terkini di BPS.

Selain memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk mengembangkan sistem, para mahasiswa tentu juga tetap melakukan pendataan rumah tangga pada PKL ini. Dengan demikian, informasi dari pimpinan BPS DIY terkait karakteristik wilayah dan masyarakat setempat, serta kendala lapangan yang mungkin dihadapi menjadi masukan berharga bagi para mahasiswa. Dengan adanya koordinasi yang berkesinambungan antara Polstat STIS dan BPS DIY diharapkan pelaksanaan PKL dapat berjalan sukses dan lancar.